Tanaman cabai merupakan tanaman yang banyak dibudidayakan
oleh masyarakat di Indonesia dan juga ada beberapa hama dan penyakit yang
sangat berbahaya yang dapat menyerang tanaman cabai, salah satu penyakit yang
sering dihadapi oleh petani adalah penyakit keriting daun. Penyakit ini merupakan sesuatu yang sangat mengerikan bagi petani yang dapat mengakibatkan
gagal panen.
Penyakit keriting daun pada tanaman cabai disebabkan oleh
virus yang merusak klorofil daun dan berakibat pada terganggunya pertumbuhan
dan menurunnya produksi bahkan tanaman akan mati secara perlahan.
Penyakit keriting daun pada tanaman cabai disebabkan oleh
hama trhips, yaitu kutu/serangga berwarna putih, panjang tubuh lebih kurang 1
mm, serangga ini tergolong kecil namun dapat dilihat dengan mata telanjang,
hama ini pemangsa segala jenis tanaman.
Kutu ini menyerang tanaman muda secara bergerombol, daun
yang terserang akan mengerut dan melingkar, cairan manis yang dikeluarkan kutu
membuat semut dan embun jelaga berdatangan, embun jelaga warna hitam sering
menandakan serangan kutu thrips sedang
berlangsung. Pengendalian kutu thrips dapat dilakukan dengan Furadan 3G dengan
dosis 60 – 90 kg/ha atau sekitar 2 sendok makan/10 m bujur sangkar area.
Gejala serangan
a.
Gejala serangan hama Thrips/kutu putih adalah:
1.
Adanya strip -strip pada daun dan berwarna
kebakaran seperti noda akibat dimakan kutu thrips.
2.
Kemudian warna tersebut berubah menjadi coklat
muda
3.
Kutu thrips berada pada bagian bawah daun dan
mudah terlihat di saat pagi hari atau sebelum terik matahari, kutu thrips pada
saat terik hari akan sembunyi disela-sela daun hingga kurang terlihat.
4.
Hama kutu thrips merupakan sebagai carrier atau
pembawa virus yang menyebabkan penyakit keriting daun pada tannaman cabai,
apabila tanaman telah terserang virus yang dibawa oleh kutu thrips maka
penanggulangan akan sulit karena tidak ada obat kimia yang dapat mengatasi,
salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan mencabut batang dan dimusnahkan
dengan cara dibakar.
b.
Gejala serangan virus
1.
Bercak kuning diatas permukaan daun, perlahan
meluas hingga seluruh permukaan daun menguning.
2.
Bentuk daun menjadi lebih kecil dari ukuran
normal
3.
Daun terlihat keriting
4.
Setelah kuning daun sebagian besar rontok
5.
Dibawah permukaan daun daun terdapat hama/kutu
berwarna putih
Cara pencegahan daun keriting
Untuk mencegah daun cabai menjadi keriting dapat dilakukan
percegahan dengan cara
1.
Pada awal tanam deberikan Furadan 3G, dosis 60 –
90 kg/ha atau 2 sendok makan/10 meter bujur sangkar
2.
Pada tanaman sudah tumbuh diberi Curacron 500
EC, Nudrin 215 WSC atau Tutotion 500 EC, dosis 2-3 ml/liter
3.
Tanaman sudah cukup besar diberi Nugos 50 EC,
Azodrin 15 WSC, Nuracron 20 WSC dengan dosis 2-3 ml/liter.
Selain penyakit keriting daun, penyakit lain dapat digunakan
fungisida Dihtane M45, Antracol, Cuprvit
dengan dosis 2-3 ml/lt.
Cara pengendalian daun cabai keriting
Dalam pengendalian tanaman cabai yang terkena seraangan
keriting daun dapat dilakukan dengan cara pengendalian kultur teknis,
pengendalian secara organik dan Secara kimia dan pestisida.
1.
Pengendalian Kultur Teknis
a.
Membuat border atau pagar disekeliling lahan
budidaya cabai yaitu tanaman jagung atau dengan memasang pagar berupa plastik
setinggi 1,5 – 2 m. Tanaman jagung ditanam 1 bulan sebelum tanaman cabai. Pagar
plastik dioles dengan minyak goreng, agar serangga menempel pada plastik.
b.
Pergiliran tanaman atau tidak menanam cabai
secara bertahap sepanjang musim
c.
Melakukan penyemprotan pada tanaman cabai yang
terserang dengan air pada pagi dan sore hari. Hal ini dimaksudkan agar
seraangga tidak aktif untuk berkembang biak. Sehingga tidak terjadi ledakan.
2.
Pengendalian Secara Organik
Bahan: 1 kg daun brotowali (daun-daun yang pahit), 10 sendok makan kapur,
1 kg kunyit
Cara membuat : ketiga bahan tadi ditumbuk dan diambil airnya lalu
dicampur dengan air 30 – 50 liter.
Cara pengaplikasian : disemprot pada daun secara merata dengan setelan
berkabut.
3.
Secara Kimia dan Pestisida
a.
Bahan kimia yang direkomendasikan adalah
campuran bahan aktif Abamektin dan
Imidakloprit dengan perbandingan bahan 1 : 1.
b.
Jika tanaman cabai sudah terlanjur terserang dan
pertumbuhannya terlihat tidak normal maka setelah serangga dikontrol dengan
pestisida maka dilanjutkan dengan penyemprotan pemacu pertumbuhan seperti GA3,
Atonik, atau pupuk daun.

