Tuesday, 22 March 2016

Pengendalian dan Pencegahan Keriting Daun Pada Tanaman Cabai


Tanaman cabai merupakan tanaman yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat di Indonesia dan juga ada beberapa hama dan penyakit yang sangat berbahaya yang dapat menyerang tanaman cabai, salah satu penyakit yang sering dihadapi oleh petani adalah penyakit keriting daun. Penyakit ini merupakan sesuatu yang sangat mengerikan bagi petani yang dapat mengakibatkan gagal panen.
Penyakit keriting daun pada tanaman cabai disebabkan oleh virus yang merusak klorofil daun dan berakibat pada terganggunya pertumbuhan dan menurunnya produksi bahkan tanaman akan mati secara perlahan.

Penyakit keriting daun pada tanaman cabai disebabkan oleh hama trhips, yaitu kutu/serangga berwarna putih, panjang tubuh lebih kurang 1 mm, serangga ini tergolong kecil namun dapat dilihat dengan mata telanjang, hama ini pemangsa segala jenis tanaman.
Kutu ini menyerang tanaman muda secara bergerombol, daun yang terserang akan mengerut dan melingkar, cairan manis yang dikeluarkan kutu membuat semut dan embun jelaga berdatangan, embun jelaga warna hitam sering menandakan serangan kutu thrips  sedang berlangsung. Pengendalian kutu thrips dapat dilakukan dengan Furadan 3G dengan dosis 60 – 90 kg/ha atau sekitar 2 sendok makan/10 m bujur sangkar area.
Gejala serangan
a.       Gejala serangan hama Thrips/kutu putih adalah:
1.       Adanya strip -strip pada daun dan berwarna kebakaran seperti noda akibat dimakan kutu thrips.
2.       Kemudian warna tersebut berubah menjadi coklat muda
3.       Kutu thrips berada pada bagian bawah daun dan mudah terlihat di saat pagi hari atau sebelum terik matahari, kutu thrips pada saat terik hari akan sembunyi disela-sela daun hingga kurang terlihat.
4.       Hama kutu thrips merupakan sebagai carrier atau pembawa virus yang menyebabkan penyakit keriting daun pada tannaman cabai, apabila tanaman telah terserang virus yang dibawa oleh kutu thrips maka penanggulangan akan sulit karena tidak ada obat kimia yang dapat mengatasi, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan mencabut batang dan dimusnahkan dengan cara dibakar.

b.       Gejala serangan virus
1.       Bercak kuning diatas permukaan daun, perlahan meluas hingga seluruh permukaan daun menguning.
2.       Bentuk daun menjadi lebih kecil dari ukuran normal
3.       Daun terlihat keriting
4.       Setelah kuning daun sebagian besar rontok
5.       Dibawah permukaan daun daun terdapat hama/kutu berwarna putih
Cara pencegahan daun keriting
Untuk mencegah daun cabai menjadi keriting dapat dilakukan percegahan dengan cara
1.       Pada awal tanam deberikan Furadan 3G, dosis 60 – 90 kg/ha atau 2 sendok makan/10 meter bujur sangkar
2.       Pada tanaman sudah tumbuh diberi Curacron 500 EC, Nudrin 215 WSC atau Tutotion 500 EC, dosis 2-3 ml/liter
3.       Tanaman sudah cukup besar diberi Nugos 50 EC, Azodrin 15 WSC, Nuracron 20 WSC dengan dosis 2-3 ml/liter.
Selain penyakit keriting daun, penyakit lain dapat digunakan fungisida Dihtane M45,  Antracol, Cuprvit dengan dosis 2-3 ml/lt.

Cara pengendalian daun cabai keriting
Dalam pengendalian tanaman cabai yang terkena seraangan keriting daun dapat dilakukan dengan cara pengendalian kultur teknis, pengendalian secara organik dan Secara kimia dan pestisida.
1.       Pengendalian Kultur Teknis
a.       Membuat border atau pagar disekeliling lahan budidaya cabai yaitu tanaman jagung atau dengan memasang pagar berupa plastik setinggi 1,5 – 2 m. Tanaman jagung ditanam 1 bulan sebelum tanaman cabai. Pagar plastik dioles dengan minyak goreng, agar serangga menempel pada plastik.
b.       Pergiliran tanaman atau tidak menanam cabai secara bertahap sepanjang musim
c.       Melakukan penyemprotan pada tanaman cabai yang terserang dengan air pada pagi dan sore hari. Hal ini dimaksudkan agar seraangga tidak aktif untuk berkembang biak. Sehingga tidak terjadi ledakan.

2.       Pengendalian Secara Organik
Bahan: 1 kg daun brotowali (daun-daun yang pahit), 10 sendok makan kapur, 1 kg kunyit
Cara membuat : ketiga bahan tadi ditumbuk dan diambil airnya lalu dicampur dengan air 30 – 50 liter.
Cara pengaplikasian : disemprot pada daun secara merata dengan setelan berkabut.

3.       Secara Kimia dan Pestisida
a.       Bahan kimia yang direkomendasikan adalah campuran bahan aktif Abamektin  dan Imidakloprit dengan perbandingan bahan 1 : 1.

b.       Jika tanaman cabai sudah terlanjur terserang dan pertumbuhannya terlihat tidak normal maka setelah serangga dikontrol dengan pestisida maka dilanjutkan dengan penyemprotan pemacu pertumbuhan seperti GA3, Atonik, atau pupuk daun.

Back To Top