Hallo sahabat pertanian semua....!!! Apa kabarnya hari ini? Mudah-mudahan selalu dalam keadaan sehat walafiat. Kali ini mimin mau bagi-bagi artikel tentang Kunci Sukses Mengendalikan Hama Penyakit Tanaman (HPT) Cabai yang ditulis oleh rekan kita Kasirun, S.TP, Bagi yang ingin mengetaahui propil singkat rekan kita ini silahkan klik link ini ya....Propfil Kasirun, S.TP. Tapi bagi yang sudah mengenal beliau silahkan dilanjut saja dengan tulisan ini.
PENDAHULUAN
Cabai merupakan komoditi yang amat
sangat fluktuatif harganya di pasaran, bahkan tidak jarang harganya lebih dari
Rp 50.000 per kilogram, yang menyebabkan banyak konsumen yang menjerit. Hal ini
tentunya dipengaruhi oleh ketersediaan komoditi tersebut di pasaran, sementara
permintaan cenderung semakin meningkat karena hampir setiap rumah tangga
membutuhkan cabai setiap hari guna meningkatkan cita rasa masakannya. Guna
memenuhi permintaan dan menjaga stok cabai di pasaran agar harga tidak
melonjak, tidak jarang pemerintah melakukan impor cabai. Bila hal ini terus
dibiarkan tentunya akan sangat merugikan baik ditingkat anggaran Negara maupun
petani dalam negeri sendiri. Untuk itu perlu ditingkatkan luas tanam cabai dan produktivitasnya. Ini mengapa
program UPSUS Baberuk (Cabai, Bawang dan jeruk) digelontorkan oleh pemerintah
mulai tahun 2016.
Dalam peningkatan luas tanam dan
produktivitas cabai persoalannya adalah untuk petani-petani pemula dalam
budidaya cabai, sering terkendala dalam pengendalian hama dan penyakit,
pengendalian hama dan penyakit yang kurang tepat dapat menimbulkan kerugian dan
tidak jarang mengakibatkan gagal panen. Untuk itu mudah-mudahan tulisan singkat
ini dapat memberikan penambahan bekal bagi para pemula dalam budidaya
cabai terutama dalam hal pengendalian
hama dan penyakit Tanaman (HPT) cabai sehingga usahanya dapat berhasil. Tulisan
ini didasarkan pengalaman penulis dan sebagian besar disarikan dari hasil wawancara
dengan petani-petani sukses dalam budidaya cabai.
Dalam keberhasilan pengendalian HPT
Cabai sebelumnya perlu diperhatikan dengan seksama pola budidaya cabai yang
baik sehingga mendapatkan tanaman cabai yang sehat, tahan terhadap hama dan
penyakit yang pada akhirnya dapat meningkatkan produktivitas tanaman. Pola budidaya
cabai yang baik diawali dengan pemilihan lokasi, pengolahan lahan, pemupukan
hingga pengendalian Hama dan Penyakit tanaman yang tepat.
TEMPAT YANG BAIK UNTUK BERTANAM CABAI.
Langkah
awal dalam menanam cabai adalah menentukan tempat atau lahan. Secara umum Cabai
dapat tumbuh di sembarang tempat, sembarang daerah dan sembarang waktu. Meski
demikian untuk mendapatkan hasil yang optimal harus terpenuhi persyaratan
tertentu yang mesti diperhatikan.
Tempat yang baik untuk tanaman cabai
adalah :
1. Hawa atau suhu daerah harus sesuai dengan
jenis cabai yang ditanam.
2.
Tanah
tempat tumbuh, untuk semua jenis cabai, tanah harus subur, kaya akan bahan
organik.
3.
PH
tanah antara 6,0 – 7,0, atau lebih tepat lagi kalau PH itu 6,5.
4.
Tanah
harus berstruktur remah atau gembur.
5.
Kandungan
air dalam tanah-pun harus kita perhitungkan, sebab berkaitan dengan tempat
tumbuhnya tanaman cabai, apakah di sawah atau kah di tegalan. Jika menanam di
sawah lakukanlah pada musim kemarau dan sebaliknya jika menanam di tegalan
lakukan pada musim hujan.
MENGOLAH LAHAN.
Sesudah kita menemukan tempat yang sesuai, langkah
selanjutnya adalah mengolah tempat atau lahan. Pengolahan lahan dapat menggunakan
cangkul atau traktor, usahakan tanah terolah sempurna yang dicirikan tanah
telah gembur atau remah dengan tidak adanya bongkahan-bongkahan tanah. Setelah
tanah gembur baru dibuat bedengannya dan dibuatkan saluran air untuk pembuangan
air yang berlebihan.
MEMBUAT BEDENGAN.
Setelah
lahan dibajak, dicangkul dan tanah telah menjadi gembur, maka lahan harus
dibuat menjadi bedengan-bedengan. Dalam membuat bedengan ini yang perlu
diperhatikan antara lain :
1
Panjang
bedengan bisa mengikuti lahan atau 7 -
10 m .
2
Lebar
bedengan 120 cm.
3
Tinggi
bedengan 30 – 50 cm.
4
Lebar
parit 60-80 cm.
Selesai menyiapkan
bedengan, lahan (bedengan) dibiarkan sekitar seminggu, tujuannya agar lahan
terangin-anginkan, kena terik matahari, dan sirkulasi udara dalam tanah bisa
berjalan lancar. Namun yang lebih penting, jika tanah itu ditumbuhi jasad renik
yang kurang menguntungkan, bisa mati oleh terik matahari.
Demikian persiapan awal dalam budidaya cabai dan tulisan ini akan saya update lagi akan kelanjutan dari artikel yang berjudul Kunci Sukses Mengendalikan HPT Cabai ini.
Oleh : Kasirus, S.TP (Penyuluh Pertanian Muda di BPP Rimbo Ulu, Kab. Tebo)



