Monday, 16 May 2016

KUNCI SUKSES MENGENDALIKAN HPT CABAI

Kasirun, S.TP

Hallo sahabat pertanian semua....!!! Apa kabarnya hari ini? Mudah-mudahan selalu dalam keadaan sehat walafiat. Kali ini mimin mau bagi-bagi artikel tentang Kunci Sukses Mengendalikan Hama Penyakit Tanaman (HPT) Cabai yang ditulis oleh rekan kita  Kasirun, S.TP, Bagi yang ingin mengetaahui propil singkat rekan kita ini silahkan klik link ini ya....Propfil Kasirun, S.TP. Tapi bagi yang sudah mengenal beliau silahkan dilanjut saja dengan tulisan ini.


PENDAHULUAN

            Cabai merupakan komoditi yang amat sangat fluktuatif harganya di pasaran, bahkan tidak jarang harganya lebih dari Rp 50.000 per kilogram, yang menyebabkan banyak konsumen yang menjerit. Hal ini tentunya dipengaruhi oleh ketersediaan komoditi tersebut di pasaran, sementara permintaan cenderung semakin meningkat karena hampir setiap rumah tangga membutuhkan cabai setiap hari guna meningkatkan cita rasa masakannya. Guna memenuhi permintaan dan menjaga stok cabai di pasaran agar harga tidak melonjak, tidak jarang pemerintah melakukan impor cabai. Bila hal ini terus dibiarkan tentunya akan sangat merugikan baik ditingkat anggaran Negara maupun petani dalam negeri sendiri. Untuk itu perlu ditingkatkan luas  tanam cabai dan produktivitasnya. Ini mengapa program UPSUS Baberuk (Cabai, Bawang dan jeruk) digelontorkan oleh pemerintah mulai tahun 2016.
Dalam peningkatan luas tanam dan produktivitas cabai persoalannya adalah untuk petani-petani pemula dalam budidaya cabai, sering terkendala dalam pengendalian hama dan penyakit, pengendalian hama dan penyakit yang kurang tepat dapat menimbulkan kerugian dan tidak jarang mengakibatkan gagal panen. Untuk itu mudah-mudahan tulisan singkat ini dapat memberikan penambahan bekal bagi para pemula dalam budidaya cabai  terutama dalam hal pengendalian hama dan penyakit Tanaman (HPT) cabai sehingga usahanya dapat berhasil. Tulisan ini didasarkan pengalaman penulis dan sebagian besar disarikan dari hasil wawancara dengan petani-petani sukses dalam budidaya cabai.
Dalam keberhasilan pengendalian HPT Cabai sebelumnya perlu diperhatikan dengan seksama pola budidaya cabai yang baik sehingga mendapatkan tanaman cabai yang sehat, tahan terhadap hama dan penyakit yang pada akhirnya dapat meningkatkan produktivitas tanaman. Pola budidaya cabai yang baik diawali dengan pemilihan lokasi, pengolahan lahan, pemupukan hingga pengendalian Hama dan Penyakit tanaman yang tepat.


TEMPAT YANG BAIK UNTUK BERTANAM CABAI.

Langkah awal dalam menanam cabai adalah menentukan tempat atau lahan. Secara umum Cabai dapat tumbuh di sembarang tempat, sembarang daerah dan sembarang waktu. Meski demikian untuk mendapatkan hasil yang optimal harus terpenuhi persyaratan tertentu yang mesti diperhatikan.

Tempat yang baik untuk tanaman cabai adalah :
1.   Hawa atau suhu daerah harus sesuai dengan jenis cabai yang ditanam.
2.    Tanah tempat tumbuh, untuk semua jenis cabai, tanah harus subur, kaya akan bahan organik.
3.    PH tanah antara 6,0 – 7,0, atau lebih tepat lagi kalau PH itu 6,5.
4.    Tanah harus berstruktur remah  atau gembur.
5.    Kandungan air dalam tanah-pun harus kita perhitungkan, sebab berkaitan dengan tempat tumbuhnya tanaman cabai, apakah di sawah atau kah di tegalan. Jika menanam di sawah lakukanlah pada musim kemarau dan sebaliknya jika menanam di tegalan lakukan pada musim hujan.

MENGOLAH LAHAN.
Sesudah kita menemukan tempat yang sesuai, langkah selanjutnya adalah mengolah tempat atau lahan. Pengolahan lahan dapat menggunakan cangkul atau traktor, usahakan tanah terolah sempurna yang dicirikan tanah telah gembur atau remah dengan tidak adanya bongkahan-bongkahan tanah. Setelah tanah gembur baru dibuat bedengannya dan dibuatkan saluran air untuk pembuangan air yang berlebihan.

MEMBUAT BEDENGAN.
                  Setelah lahan dibajak, dicangkul dan tanah telah menjadi gembur, maka lahan harus dibuat menjadi bedengan-bedengan. Dalam membuat bedengan ini yang perlu diperhatikan  antara lain :                       
1     Panjang bedengan  bisa mengikuti lahan atau 7 - 10 m .                                
2     Lebar bedengan 120 cm.
3     Tinggi bedengan 30 – 50 cm.
4     Lebar parit 60-80 cm.







Selesai menyiapkan bedengan, lahan (bedengan) dibiarkan sekitar seminggu, tujuannya agar lahan terangin-anginkan, kena terik matahari, dan sirkulasi udara dalam tanah bisa berjalan lancar. Namun yang lebih penting, jika tanah itu ditumbuhi jasad renik yang kurang menguntungkan, bisa mati oleh terik matahari.

Demikian persiapan awal dalam budidaya cabai dan tulisan ini akan saya update lagi akan kelanjutan dari artikel yang berjudul Kunci Sukses Mengendalikan HPT Cabai ini.




Oleh : Kasirus, S.TP (Penyuluh Pertanian Muda di BPP Rimbo Ulu, Kab. Tebo)

Back To Top